Daerahku Headline

Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Semarang

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Semarang sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari memicu terjadinya banjir di berbagai titik. Sejumlah kawasan yang terdampak antara lain Rowosari, Meteseh, Sumberejo, Grand Permata Tembalang, hingga Dinar Indah.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga sempat terganggu, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Semarang langsung mengambil langkah cepat guna meminimalkan dampak yang lebih luas.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kami pastikan Pemkot Semarang akan terus siaga, bergerak cepat, dan hadir di tengah masyarakat. Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Optimalisasi Pintu Air dan Penguatan Tanggul

Sebagai langkah awal pengendalian banjir, Pemkot Semarang menjalin koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatur sistem pintu air di Bendung Pucang Gading. Pengaturan ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya debit air di Kali Plumbon.

“Pada saat debit Kali Plumbon meningkat pada Rabu malam, kami langsung berkoordinasi dengan BBWS. Bukaan pintu diarahkan ke Banjir Kanal Timur, sehingga elevasi air di hulu bisa ditekan,” jelas Agustina.

Strategi tersebut dinilai cukup efektif dalam mengurangi potensi genangan di beberapa wilayah terdampak. Di kawasan Meteseh dan Rowosari, misalnya, ketinggian air dilaporkan lebih rendah dibandingkan peristiwa banjir sebelumnya.

Selain itu, penguatan tanggul juga dilakukan di sepanjang aliran Kali Babon, khususnya di wilayah Kecamatan Tembalang. Langkah ini diambil untuk mencegah air meluap ke permukiman warga. Sebagai upaya tambahan, petugas juga memasang sandbag dan kisdam di titik-titik rawan sebagai perlindungan sementara.

Kendala Penanganan di Perumahan Baru

Banjir kali ini turut berdampak pada sejumlah kawasan hunian baru yang berada di wilayah terdampak. Namun, pemerintah kota mengakui adanya keterbatasan dalam melakukan penanganan secara permanen di area tersebut.

“Perumahan-perumahan baru di Meteseh dan Rowosari saat ini belum diserahterimakan, sehingga masih menjadi tanggung jawab pengembang. Pemkot belum dapat melakukan penanganan permanen di kawasan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, upaya tanggap darurat tetap dilakukan oleh pemerintah daerah, mulai dari pembersihan material lumpur hingga penyediaan personel serta logistik bagi warga terdampak.

Ke depan, Pemkot Semarang menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi debit air di sejumlah titik. Petugas juga disiagakan untuk merespons potensi banjir susulan, dengan prioritas utama pada keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr