Daerahku Headline

Gempa M6,7 Guncang Maluku, Terasa hingga Raja Ampat

TERITORIAL.COM, JAKARTAGempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya pada Jumat (15/5/2026) dini hari. Guncangan yang cukup kuat itu dirasakan di sejumlah daerah Indonesia timur dan sempat membuat warga panik saat sedang beristirahat malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memperbarui data terkait pusat dan dampak gempa tersebut. Berdasarkan informasi terbaru, gempa terjadi pada pukul 00.53 WIB dengan titik koordinat berada di 6,09 Lintang Selatan dan 130,56 Bujur Timur. Lokasi pusat gempa tercatat berada sekitar 225 kilometer di utara Tanimbar dengan kedalaman mencapai 163 kilometer.

Meski berada cukup dalam, getaran gempa tetap terasa di sejumlah wilayah seperti Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, hingga Raja Ampat. Warga di beberapa daerah mengaku sempat keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih besar.

“Gempa magnitudo 6,7 terjadi pada 15 Mei 2026 pukul 00.53 WIB di koordinat 6,09 LS dan 130,56 BT atau sekitar 225 kilometer utara Tanimbar dengan kedalaman 163 kilometer. Guncangan dirasakan di Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, dan Raja Ampat pada skala II–III MMI,” dikutip dari keterangan BMKG.

Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah Indonesia Timur

BMKG menjelaskan intensitas gempa berada pada skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada level tersebut, getaran biasanya sudah dapat dirasakan jelas di dalam rumah dan memunculkan sensasi seperti ada kendaraan besar yang melintas di sekitar bangunan.

Walau tidak sampai menyebabkan kerusakan besar, gempa dini hari itu tetap memicu kepanikan masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan daerah yang sebelumnya pernah mengalami gempa kuat. Sebagian warga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.

Sorong dan Raja Ampat menjadi dua wilayah yang ikut merasakan getaran cukup jelas. Di media sosial, sejumlah warga juga membagikan pengalaman mereka saat gempa berlangsung. Banyak yang mengaku terbangun karena tempat tidur dan perabot rumah terasa bergetar selama beberapa detik.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Setelah melakukan analisis, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kedalaman gempa yang mencapai 163 kilometer menjadi salah satu faktor yang membuat risiko tsunami relatif kecil meski magnitudonya cukup besar.

“Gempa bumi magnitudo 6,7 di wilayah barat laut Maluku Tenggara Barat tidak berpotensi tsunami,”.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. BMKG juga meminta warga mengikuti perkembangan resmi melalui kanal informasi pemerintah dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Hingga Jumat pagi, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan berat akibat gempa tersebut. Aparat daerah dan instansi terkait masih terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang merasakan dampak getaran.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr