Daerahku Headline

Sekeluarga Tewas di Temanggung, Mahasiswa UGM Jadi Korban

Bagas merupakan anak sulung dalam keluarga tersebut. Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM angkatan 2022. Selain menjalani aktivitas akademik, ia juga aktif sebagai fotografer lepas yang tergabung dalam tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta.

Pihak Keraton Yogyakarta melalui Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti, Nyi RW Kartiutami Guritno, membenarkan keterlibatan Bagas dalam tim mereka. Ia menjelaskan bahwa Bagas sebelumnya mengikuti program magang pada 2024 sebelum akhirnya direkrut menjadi bagian dari tim dokumentasi.

“Betul. Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti,” ujar Kartiutami, Kamis (28/5/2026).

Dikenal Berbakat dan Mudah Bergaul

Menurut penjelasan pihak keraton, kemampuan Bagas di bidang fotografi sudah terlihat sejak masa magangnya. Setelah menyelesaikan program tersebut, ia bersama beberapa rekan lain kemudian bergabung sebagai fotografer lepas yang menjadi bagian dari tim inti dokumentasi.

“Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi Keraton Yogyakarta sebagai fotografer lepas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bagas bukan berstatus abdi dalem, melainkan fotografer freelance yang tetap tergabung dalam struktur tim dokumentasi bersama anggota lainnya yang terdiri dari abdi dalem maupun pekerja lepas.

“Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian Abdi Dalem, sebagian freelance,” tambahnya.

Pihak keraton menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Bagas. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah diajak bekerja sama, dan selalu siap membantu dalam berbagai kegiatan dokumentasi.

“Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” ungkapnya.

Dugaan Keracunan Masih Diselidiki

Sebelumnya, peristiwa meninggalnya empat orang satu keluarga saat melakukan kegiatan glamping di wilayah Temanggung masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan keracunan makanan.

Polisi telah mengamankan sisa makanan barbeque yang dikonsumsi korban saat berkemah untuk kemudian diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Namun hingga kini, hasil resmi belum dapat disimpulkan karena proses autopsi masih berlangsung bersamaan dengan uji sampel di laboratorium forensik.

“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum bisa mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan. Begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, dikutip dari iNews Semarang, Kamis (28/5/2026).

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr