TERITORIAL.COM, JAKARTA – Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan di kawasan Tal al-Hawa, wilayah barat daya Kota Gaza, pada Minggu (13/9/2026). Selain korban jiwa, insiden tersebut juga menyebabkan sedikitnya 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan pejabat kesehatan setempat, kondisi jasad kedua korban mengalami kerusakan parah sehingga proses identifikasi tidak dapat dilakukan secara mudah. Otoritas kesehatan pun mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas korban agar segera melapor untuk membantu proses pendataan.
Rekaman video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi oleh Al Jazeera memperlihatkan kondisi kendaraan yang hancur akibat serangan. Bagian atap dan pintu kendaraan tampak tercabik, sementara badan mobil mengalami kerusakan berat yang menunjukkan besarnya daya ledak yang terjadi.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut ditujukan kepada dua pejuang Hamas yang disebut berada di dalam kendaraan tersebut. Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas target yang dimaksud maupun tanggapan resmi dari pihak Hamas terkait klaim tersebut.
Kekerasan Masih Terjadi Meski Gencatan Senjata Berlaku
Peristiwa ini terjadi ketika kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku sejak Oktober 2025 masih disebut berjalan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa aksi militer masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Gaza.
Laporan Al Jazeera menyebutkan serangan terhadap kendaraan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer yang hampir terjadi setiap hari sejak kesepakatan penghentian sementara pertempuran diberlakukan. Akibatnya, jumlah korban sipil maupun korban luka terus mengalami peningkatan.
Sementara itu, Middle East Eye melaporkan sedikitnya 1.369 warga Palestina meninggal dunia dan 4.627 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025.
Apabila dihitung sejak konflik kembali pecah pada Oktober 2023, data otoritas setempat menunjukkan total korban mencapai sedikitnya 73.783 orang meninggal dunia dan 174.738 lainnya mengalami luka-luka. Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak kemanusiaan yang masih dirasakan masyarakat Gaza hingga saat ini.
Hamas menuding Israel telah melanggar isi kesepakatan gencatan senjata. Kelompok tersebut juga menilai tindakan tersebut menghambat upaya diplomatik yang tengah diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana itu disebut mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina serta pelucutan senjata Hamas sebagai bagian dari penyelesaian konflik.
Krisis Bahan Bakar Ancam Operasional Rumah Sakit
Selain menghadapi situasi keamanan yang belum membaik, sektor kesehatan di Gaza kini juga dibayangi ancaman berhentinya layanan medis akibat keterbatasan pasokan bahan bakar.
Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan bahwa sejumlah generator rumah sakit tidak lagi dapat beroperasi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh menipisnya stok minyak, bahan bakar, dan suku cadang yang dibutuhkan untuk menjaga operasional fasilitas kesehatan.
Menurut pejabat setempat, pasokan bahan bakar yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan darurat. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena rumah sakit sangat bergantung pada generator guna menjalankan ruang operasi, unit perawatan intensif, alat bantu pernapasan, hingga penyimpanan obat-obatan yang memerlukan pasokan listrik secara terus-menerus.
Apabila distribusi bahan bakar tidak segera ditingkatkan, layanan kesehatan dikhawatirkan akan semakin terganggu di tengah bertambahnya jumlah korban akibat konflik yang masih berlangsung.

