Batas Pengumuman Akhir, Calon Taruna Akpol Kian Resah

0

Semarang, Teritorial.Com – Detik-detik menegangkan kini menjangkit di hati setiap para pendaftar calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Hal tersebut dikarenakan bahwa hari ini tepatnya merupakan akhir dari rentang waktu yang diberikan kepada panitia pusat untuk masa pendaftaran.

Dari ketetapan yang ada pihak Panitia Pusat akan mengumumkan 220 calon taruna dan 30 calon taruni yang lolos seleksi, sisanya 8 calon taruni dan 102 calon taruna akan dipulangkan. Kabar tersebut tentunya membuat sejumlah pendaftar Taruna/i kia risau soal bagaimana nasibnya setelah pengumuman tersebut.

Salah satu calon taruna, Willem Philips Rumbino (18), mengaku deg-degan. Ini bukan kali pertamanya mengikuti seleksi Akpol. “Saya ini mendaftar Akpol kedua kalinya. Sebelumnya saya jatuh di (seleksi) panda (panitia daerah) yang alasannya juga saya nggak tau. Tahun lalu saya jatuh, ibu saya bilang apapun aslinya itu sudah diatur Tuhan. Dalam pikiran saya ya saya jalani saja semua,” kata Willem dilansir detikcom Jumat (27/7/2018).

Alumni SMA Taruna Nusantara ini mengungkapkan keinginannya yang sangat besar menjadi polisi. Jika gagal dalam seleksi tahun ini, Willem akan coba mendaftar Akpol lagi tahun depan. “Kalau tidak lulus, mungkin saya berusaha daftar Akpol lagi tahun depan,” ujar dia.

Calon taruna asal pengiriman Polda Papua ini mengaku alasan ingin menjadi perwira polisi untuk menginspirasi pemuda-pemuda lainnya di tanah kelahiran. “Saya mau jadi berbeda dari ornag Papua lainnya, karena orang tua juga mendorong saya jadi yang terbaik. Harus jadi contoh di antara orang Papua. Saya orangnya selalu memperhitungkan waktu, karena itu masuk Taruna Nusantara yang disiplin dan mau masuk Akpol,” jelas dia.

“Kita semua sama dari ujung rambut sampai ujung kaki, kita sama dikasih otak juga sama Tuhan. Yang buat kita beda hanya rasa malas, tapi kalau rajinndan ada niat, kita sama. Harus ada keinginan merubah Papua yang dipandang sebelah mata,” sambung dia.

Cita-cita luhur Willem mengaku ingin merubah kesan polisi di mata masyarakat Papua. Dia menuturkan masyarakat Papua kadangkala menganghap polisi sebagai sosok aparat yang tidak transparan, tidak jujur dan arogan.

“Kalau lolos seleksi dan lulus menjadi perwira, saya bisa membawa polisi yang dulunya di Papua dianggap suka tidak transparan, tidak jujur dan arogan, tidak seperti itu lagi. Saya ingin bertugas senagai polisi di Papua jntuk mengubah kebiasaan masyarakat yang dinilai suka mabok, bentrokan,” ucap dia. (SON)

Share.

Comments are closed.