Harkitnas Momentum Perkuat Persatuan Untuk Menang Lawan Pandemi Covid 19

0

JAKARTA, Teritorial.com – Momentum hari kebangkitan nasional diharapkan menjadikan rakyat Indonesia lebih kokoh memperkuat persatuan untuk memenangkan ‘pertarungan’ melawan pandemi covid 19.

Heru Budi Wasesa Ketua Indonesia Defense Strategic Forum (IDSF) mengatakan, awal pergerakkan Kebangkitan nasional tercetus dengan lahirnya budi utomo pada tanggal 20 Mei 1908, mamacu semangat jiwa nasionalisme dan semangat untuk hidup merdeka dari penjajah atas pengorbanan para tokoh tokoh pemuda dan kaum intelektual.

Menurutnya Bersama bangkit dari keterbelengguan penjajah menjadi bangsa yang merdeka bukanlah perkara yang mudah. Perjuangan panjang berliku sarat resiko sanksi hukum hingga keselamatan jiwa diri maupun keluarganya.

Jiwa patriotisme cinta bangsa mereka lakukan demi mewujudkan cinta cita dan cipta sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat dengan mengendepankan semangat persatuan serta kesatuan sebagai sebuah bangsa yang merdeka.

Lebih lanjut alumni Universitas Pertahanan ini menuturkan, di era pandemi covid 19, anak bangsa mengalami situasi yang berat dan sulit. Banyak tantangan dan dampak kehidupan sosial dalam berbagai gatra kehidupan di semua lini.

Sehingga diperlukan adanya patriot anak bangsa yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial untuk tetap menjaga kedaulatan bangsa. Hal ini tentu saja dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari lingkup kecil untuk saling menguatkan

“Saling mendukung dan memberdayakan. Solidaritas sosial menjadi sesuatu pilar atau fondasi untuk tetap kuat bertahan menghadapi segala tantangan dan kesulitan untuk keluar dari era pandemi covid 19,” kata Heru.

Lebih lanjut Heru menambahkan, keutamaan dan spirit patriotisme dari para founding father yang dengan gigih dan gagah bangkit melawan penjajahan patut diteladani dalam mengisi kemerdekaan, merawat kedaulatan bangsa, membuat bangsa memiliki daya tahan, mampu berdaya saing.

Kesadaran untuk terus mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, kata Heru, dengan membangun literasi untuk merubah mindset bahkan culture setnya.

Menurut Heru, mencerdaskan kehidupan bangsa memerlukan political will yang kuat. Dukungan dari segenap anak bangsa baik sebagai bagia trias politika, akademisi, para pelaku bisnis, media dan masyarakat .

Kreatifitas yang proaktif dan problem solving, tambah Heru akan menguatkan solidaritas sosial yang mampu mengatasi gerusan sosial dampak pandemi covid 19.

Walaupun potensi konfliknya luas namun tatkala kecerdasan dalam berbangsa dan bernegara dpt diimplementasikan maka kekuatan patrotisme akan terus menggelora.

“Di masa sulit dan berat sekalipun tatkala keutamanaan sebagai patriot dapat diimplementasikan, tetap rukun akan mampu bangkit dari keterpurukkan. Selamat hari kebangkitan nasional ke 113. Tidak ada masa yang tidak berlalu, baik itu masa suram dan masa bahagia. Tapi persatuan yang harus kita pertahankan hingga akhir zaman. Hanya itu yang kita bisa lakukan untuk menghadapi ‘war to the unknown’. Sesungguhnya musuh kita adalah kita sendiri. Kita dalam perpecahan, kita dalam ketidak sanggupan dan kita dalam kesombongan,” pungkas Heru.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: