TERITORIAL.COM, JAKARTA – Dunia politik dan militer Indonesia hari ini berduka. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia keenam, telah berpulang ke Rahmatullah pada Senin pagi ini di usia 90 tahun. Kepergian sosok yang pernah menjabat Panglima ABRI ini menandai berakhirnya sebuah era bagi bangsa, meninggalkan jejak pengabdian yang panjang dalam sejarah negeri.
Kabar duka mengenai meninggalnya salah satu putra terbaik bangsa ini telah dikonfirmasi dan menyebar cepat di kalangan masyarakat dan tokoh nasional. Informasi awal menyebutkan bahwa almarhum menghembuskan napas terakhirnya karena usia lanjut, setelah menjalani perjalanan hidup yang penuh dedikasi bagi Indonesia.
Berpulangnya Sang Negarawan
Jenderal Try Sutrisno wafat pada Senin pagi ini, 2 Maret 2026, di usia sembilan dasawarsa. Kabar ini sontak membawa kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengenang sosoknya sebagai pemimpin yang berintegritas dan patriotik. Kondisi kesehatan almarhum dikabarkan memang sudah menurun karena faktor usia, meskipun ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan hingga beberapa waktu terakhir.
Baca juga : Masjid Raya Al Mashun Bagikan 1.000 Takjil
Pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi secara detail mengenai penyebab pasti wafatnya atau rencana pemakaman. Namun, mengingat status almarhum sebagai mantan Wakil Presiden dan pahlawan nasional, diperkirakan prosesi pemakaman akan dilakukan dengan upacara kenegaraan atau militer, sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara.
Jejak Karier Gemilang dan Pengabdian Tanpa Henti
Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935, Try Sutrisno adalah figur sentral dalam berbagai periode penting sejarah Indonesia. Ia memulai karier militernya setelah lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat (ATAD) pada tahun 1959. Sejak itu, ia meniti jenjang karier dengan cemerlang, memegang posisi strategis di berbagai kesatuan dan komando daerah, termasuk sebagai Panglima Daerah Militer V/Jaya pada tahun 1985.
Peran Kunci di Militer dan Puncak Kepemimpinan
Puncak karier militernya adalah saat menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada tahun 1988 hingga 1993. Di bawah kepemimpinannya, ABRI memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas nasional dan melaksanakan berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Ia dikenal sebagai pemimpin militer yang tegas namun humanis, selalu mengedepankan disiplin dan profesionalisme.
Wakil Presiden Republik Indonesia Keenam
Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno kemudian dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI keenam untuk periode 1993-1998. Selama masa jabatannya, ia turut berperan dalam berbagai kebijakan pembangunan nasional, menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan global, serta menjalankan tugas-tugas kenegaraan lainnya dengan penuh tanggung jawab. Pengalaman luasnya di bidang militer dan pemerintahan menjadikannya salah satu tokoh kunci pada masanya.
Pasca-purnatugas, Jenderal Try Sutrisno tetap aktif sebagai penasihat dan tokoh senior yang kerap dimintai pandangannya mengenai isu-isu kebangsaan. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, berintegritas, dan selalu mengedepankan kepentingan negara di atas segalanya.
Reaksi Nasional dan Warisan Abadi
Kabar duka ini segera direspons oleh para pemimpin bangsa, mulai dari Presiden hingga jajaran pemerintahan, serta berbagai elemen masyarakat. Presiden bersama jajaran pemerintah dikabarkan telah menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh institusi negara sebagai tanda penghormatan.
Para politisi, tokoh militer, cendekiawan, dan masyarakat umum turut menyampaikan dukacita serta mengenang kontribusi besar almarhum. Mereka memuji Try Sutrisno sebagai patriot sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan dan kedaulatan Indonesia. Semangat pengabdiannya diharapkan menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di [tempat yang akan diumumkan kemudian] sebelum dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara atas jasa-jasa besarnya.
Kepergian Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Warisan pengabdian, kepemimpinan, dan integritasnya akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Selamat jalan, Bapak Wakil Presiden. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

