Pantau Langsung Gempa Lombok, KSAD : Ingin Lihat Prajurit yang Terdampak

0

Lombok, Teritorial.Com – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meninjau dampak gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia akan menyerahkan bantuan Rp 5 miliar untuk memperbaiki rumah-rumah prajurit yang rusak dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Mulyono bersama istrinya, yang juga Ketua Umum Persit KCK Nyonya Sita Mulyono, serta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Lombok, NTB, Senin (27/8/2018). Kunjungan dilakukan di Mako Yonif 742/SWY. Kehadirannya disambut Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, dan para Kasi dan Dan/Ka Satdisjan Korem 162/WB.

Setiba di Mako Yonif 742/SWY, Mulyono beserta rombongan langsung memeriksa kondisi bangunan TK Kartika Gebang. Dia juga memberikan bantuan dan bingkisan kepada anak-anak TK Kartika dan meninjau asrama yang rusak akibat gempa, yakni Asrama Gebang Matraman

“Tahapan tanggap darurat sudah selesai, saya ingin tahu kondisi prajurit yang tertimpa musibah gempa, apakah ada korban atau tidak, asramanya bagaimana dan kondisi kehidupannya seperti apa,” kata Mulyono dalam keterangannya, Senin (27/8/2018).

Mulyono mengatakan saat ini tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi sedang berjalan, sehingga tidak harus menunggu bantuan dari mana-mana. “Saya akan langsung memberikan bantuan atas dukungan teman-teman untuk segera rumah-rumah prajurit diperbaiki,” tegasnya.

Orang nomor satu di jajaran TNI AD ini juga menjelaskan dana bantuan rehab yang akan diberikan sebesar Rp 5 miliar. Menurutnya, ini sesuai dengan laporan penghitungan biaya perbaikan dari Kodam IX/Udayana.

Dana Rp 5 miliar itu didapat dari CSR BUMN. Dana itu nantinya akan dipakai untuk memperbaiki pangkalan, asrama Yonif 742 dan asrama Korem 162, serta sekolah di lingkungan tersebut. Dana itu akan diberikan pula untuk membantu prajurit yang terdampak gempa.

Menurut Mulyono, bangunan yang rusak tidak akan dibongkar total. Rumah-rumah yang rusak akan direkonstruksi hingga tahan terhadap gempa. Pembangunannya akan diserahkan kepada Kodam IX/Udayana secara swakelola.

Terkait pembentukan Komando Operasi Satgas Gabungan (Koopsgasgab) Terpadu oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Mulyono menjelaskan untuk unsur-unsur yang sudah ada tetap dipertahankan dan pembangunan secara spesifik sesuai dengan permintaan.

“Pembentukan Koopsgasgab terkait dengan kemampuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascatanggap darurat bencana dan sekarang juga sudah ada penambahan personel dua Batalion Zeni untuk membantu pemerintah daerah dalam rehabilitasi dan rekonstruksi dengan seluruh peralatannya,” pungkasnya.

Share.

Comments are closed.