TERITORIAL.COM, JAKARTA – Kebakaran melanda sebuah kawasan usaha di wilayah Cibolerang, Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Api dilaporkan membakar beberapa bangunan usaha yang berada di lokasi tersebut, termasuk gudang rongsok serta tempat produksi mebel. Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan warga di sekitar area kejadian.
Petugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung segera diterjunkan untuk melakukan pemadaman setelah menerima laporan dari masyarakat. Proses penanganan berlangsung cukup intensif mengingat api sempat membesar dan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitarnya.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Disdamkarmatan Kota Bandung, Leonard, menjelaskan bahwa terdapat tiga objek bangunan yang terdampak dalam kejadian tersebut.
“Kalau berdasarkan informasi warga, titik pertama di gudang mebel,” kata Leonard saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, api awalnya diduga muncul dari area gudang yang digunakan untuk aktivitas pembuatan mebel sebelum kemudian merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Puluhan Personel dan Belasan Armada Dikerahkan
Untuk menangani kebakaran tersebut, petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah armada serta puluhan personel ke lokasi kejadian. Total terdapat 18 kendaraan operasional yang diterjunkan dalam proses pemadaman.
Armada tersebut terdiri dari 11 unit mobil pancar, tiga unit mobil tangki air, dua unit kendaraan komando, satu unit rescue, serta satu unit kendaraan deep response. Sementara itu, jumlah personel yang diterjunkan mencapai sekitar 63 orang.
Petugas bekerja secara bertahap untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah beberapa waktu, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan situasi mulai berangsur aman.
“Kurang lebih anggota yang kami berangkatkan 63 orang. Tapi api sudah dalam kondisi terkondisikan. Tidak ada hambatan. Tinggal memperkecil titik-titik kami,” ucapnya.
Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali.
Asap Tebal dan Akses Air Jadi Kendala
Meski api berhasil dikendalikan, petugas sempat menghadapi beberapa kendala saat melakukan pemadaman. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan akses air di sekitar lokasi kebakaran.
Selain itu, asap tebal yang muncul dari material yang terbakar juga menyulitkan proses pemadaman. Leonard menjelaskan bahwa sebagian bahan yang terbakar merupakan material PVC yang menghasilkan asap cukup pekat.
“Kemudian asap yang lumayan bekat, ternyata bahannya PVC. Jadi agak mengganggu pernapasan para anggota maupun warga di sekitar,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati saat melakukan pemadaman.
Di sisi lain, sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi kebakaran untuk menyaksikan kejadian tersebut secara langsung. Beberapa di antaranya bahkan merekam peristiwa kebakaran menggunakan ponsel.
Petugas pun sempat memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjauh dari area kebakaran demi menghindari potensi bahaya.
“Kami sudah lakukan himbauan supaya clear area, tapi sepertinya mungkin untuk beberapa warga ini merupakan sesuatu yang agak menarik untuk ditonton. Jadi akhirnya saat ini kita himbau, masyarakat sedikit menjauh dari titik kebakaran,” ucapnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, pihak pemadam memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Penyebab kami masih dalam proses penyelidikan. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.

