Dunia Headline

Abdul El-Sayed Menang Pemilu Senat Michigan, Jadi Muslim Pertama di Senat AS

Jakarta, TERITORIAL.COM – Politikus Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, diproyeksikan memenangi pemilihan anggota Senat Amerika Serikat (AS) dari Negara Bagian Michigan. Kemenangan atas kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemungutan suara pada Selasa (3/11/2026) itu menjadi momen bersejarah karena El-Sayed akan menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS.

Hasil tersebut dilaporkan oleh sejumlah media besar, termasuk CBS News dan Reuters. El-Sayed berhasil mempertahankan kursi Senat Michigan untuk Partai Demokrat setelah Senator Gary Peters memutuskan tidak kembali mencalonkan diri.

Dalam pidato kemenangan di hadapan para pendukungnya di Detroit pada Rabu (4/11/2026) dini hari waktu setempat, El-Sayed menyampaikan sindiran kepada lawannya.

“Mike, nikmatilah masa pensiunmu. Anda memilih kebencian, sementara Michigan memilih harapan,” kata El-Sayed.

Ia juga menyindir Presiden Donald Trump yang selama masa kampanye beberapa kali mengejek namanya dan menyerang identitas agamanya.

Perjalanan politik dan latar belakang Abdul El-Sayed

El-Sayed merupakan dokter, ahli kesehatan masyarakat, dan politikus berhaluan progresif. Ia pernah menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Kota Detroit dan dikenal melalui kiprahnya dalam bidang kesehatan publik.

Sebelum maju sebagai kandidat Senat, El-Sayed pernah mengikuti pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk posisi gubernur Michigan pada 2018. Saat itu, ia mengusung sejumlah agenda progresif, seperti layanan kesehatan universal, akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau, serta penguatan kebijakan lingkungan.

Dalam pemilihan Senat 2026, ia membawa sejumlah isu serupa. Kampanyenya menekankan upaya menekan biaya hidup, memperluas akses layanan kesehatan melalui program Medicare for All, dan mengurangi pengaruh uang serta kelompok berkepentingan dalam politik.

Kemenangan kali ini juga menjadi pencapaian penting bagi kelompok progresif di Partai Demokrat. El-Sayed berhasil memenangkan pemilihan di negara bagian yang persaingannya cukup ketat dan sebelumnya menjadi salah satu medan pertarungan utama kedua partai.

Persaingan memanas setelah Haley Stevens beralih mendukung lawan

Perjalanan El-Sayed menuju kemenangan tidak berlangsung mulus. Persaingan semakin memanas menjelang hari pemungutan suara setelah anggota DPR AS dari Michigan, Haley Stevens, yang sebelumnya menjadi pesaingnya dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, justru menyatakan dukungan kepada Mike Rogers.

Pada 1 November 2026, dua hari sebelum pemungutan suara, Stevens muncul bersama Rogers dalam sebuah kegiatan di gereja di Detroit. Dalam kesempatan itu, ia mengumumkan dukungannya kepada kandidat Partai Republik tersebut.

Keputusan Stevens muncul setelah perselisihannya dengan El-Sayed terkait pernyataan mengenai Israel dan sebuah iklan kampanye dari kelompok luar yang dinilai mengandung unsur antisemitisme.

Stevens meminta El-Sayed mengecam iklan tersebut dan memperjelas pernyataannya yang mengaitkan dukungan militer AS kepada Israel dengan persoalan biaya hidup masyarakat Michigan. Ia juga mengkritik kedekatan El-Sayed dengan komentator politik Hasan Piker.

Sebelumnya, El-Sayed telah mengalahkan Stevens dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada Agustus 2026. Persaingan keduanya berlangsung ketat, dengan El-Sayed unggul tipis kurang dari satu poin persentase.

Pengumuman dukungan Stevens kepada Rogers langsung menuai kritik dari sejumlah politikus Demokrat. Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap partai.

Namun, pembelotan Stevens tidak serta-merta melemahkan kampanye El-Sayed. Tim kampanyenya justru melaporkan adanya lonjakan donasi sebesar 2,4 juta dollar AS dalam satu hari setelah kontroversi tersebut mencuat.

Isu Israel dan identitas Muslim menjadi sorotan kampanye

Selain persoalan ekonomi, isu Israel dan identitas agama El-Sayed menjadi salah satu topik paling menonjol selama pemilihan berlangsung.

Rogers dan sejumlah kelompok pendukungnya mempertanyakan sikap El-Sayed terhadap Israel. Kritik El-Sayed terhadap operasi militer Israel di Gaza juga menjadi bahan serangan politik. Rogers bahkan mengaitkan dukungan terhadap El-Sayed dengan sosialisme dan menyoroti keterlibatannya dalam kegiatan kampanye bersama Hasan Piker.

Di sisi lain, El-Sayed menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel tidak sama dengan kebencian terhadap masyarakat Yahudi. Ia juga menyatakan penolakannya terhadap antisemitisme dan Hamas.

Identitas Muslim El-Sayed turut menjadi sasaran serangan selama kampanye. Presiden Donald Trump beberapa kali mengejek namanya dan menyebutnya memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis. El-Sayed membantah tuduhan tersebut.

Dalam pidato kemenangannya, El-Sayed kembali menegaskan bahwa membela hak rakyat Palestina untuk hidup aman dan bermartabat bukanlah bentuk kebencian.

Ia juga menyindir kelompok pelobi pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), yang melalui organisasi pendukung politiknya, United Democracy Project, mengeluarkan dana besar untuk melawan pencalonannya.

El-Sayed menyebut AIPAC telah menghabiskan 42 juta dollar AS untuk menghambat langkah politiknya. Ia kemudian menyampaikan sindiran bahwa kelompok tersebut justru memberinya kesempatan untuk mengalahkan mereka dua kali, merujuk pada kemenangan dalam pemilihan pendahuluan dan pemilihan umum.

Associated Press sebelumnya melaporkan bahwa United Democracy Project menghabiskan hampir 30 juta dollar AS untuk memengaruhi pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan, termasuk melalui pengeluaran iklan yang menentang El-Sayed.

Didukung hasil survei menjelang pemungutan suara

Sejumlah survei menjelang hari pemilihan menunjukkan El-Sayed memiliki keunggulan atas Rogers. Rata-rata jajak pendapat RealClearPolitics pada periode 15 Oktober hingga 1 November menempatkan El-Sayed dengan dukungan 50,3 persen, sementara Rogers memperoleh 45 persen.

Survei New York Times/Siena yang dilakukan pada 23 Oktober hingga 1 November juga menunjukkan keunggulan cukup besar bagi El-Sayed. Ia memperoleh dukungan 53 persen, sedangkan Rogers berada di angka 42 persen.

Hasil serupa terlihat dalam survei YouGov pada 26–29 Oktober. El-Sayed unggul dengan 51 persen, berbanding 47 persen untuk Rogers.

Sementara itu, survei CNN pada 20–27 Oktober mencatat El-Sayed memperoleh 49 persen dukungan dan Rogers 42 persen. Persaingan paling ketat terlihat dalam survei Trafalgar Group pada 31 Oktober hingga 1 November, yang menempatkan El-Sayed hanya unggul satu poin, yakni 47 persen berbanding 46 persen.

Hasil pemungutan suara akhirnya mengonfirmasi keunggulan yang terlihat dalam sebagian besar survei tersebut. Kemenangan El-Sayed sekaligus menambah catatan bersejarah dalam politik AS, dengan terpilihnya seorang Muslim untuk pertama kalinya menjadi anggota Senat.

Secara lebih luas, pemilihan sela 2026 juga menjadi momentum penting bagi Partai Demokrat. Partai tersebut berhasil merebut kembali kendali Senat dan DPR AS setelah meraih kemenangan di sejumlah negara bagian yang sebelumnya dikuasai Partai Republik. Dengan demikian, kemenangan El-Sayed menjadi bagian dari gelombang kemenangan Demokrat dalam pemilu kali ini.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam