Dunia Headline

Elon Musk Ditunjuk Pimpin Proyek Pentagon untuk Pelajari Perang Masa Depan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan miliarder Elon Musk (kanan) saat berbicara di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, 14 Maret 2025.

Jakarta, TERITORIAL.COM – Elon Musk ditunjuk untuk memimpin bersama Project Meridian, proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang dibentuk untuk mempelajari perkembangan perang dan teknologi militer di masa depan.

Musk akan memimpin proyek tersebut bersama Palmer Luckey, pendiri perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries, serta mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich.

Project Meridian diumumkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam pidatonya di Marine Corps Base Quantico, Virginia, Rabu (30/9/2026).

Menurut Hegseth, proyek ini akan melibatkan sejumlah tokoh dari sektor teknologi, akademisi, kebijakan, dan industri pertahanan untuk mengkaji kebutuhan militer AS dalam menghadapi perubahan teknologi.

Berbeda dari kajian pertahanan pada umumnya, Project Meridian tidak secara khusus ditujukan untuk menyusun strategi atau kebijakan militer baru. Fokusnya adalah mengidentifikasi medan perang masa depan serta teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan militer AS untuk menghadapinya.

Pelajari medan perang dari bawah tanah hingga luar angkasa

Project Meridian akan mengkaji berbagai perkembangan teknologi yang dinilai dapat mengubah cara perang berlangsung.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain kecerdasan buatan (AI), sistem otonom, senjata energi terarah, robotika, dan bioteknologi.

Kajian tersebut juga memiliki cakupan medan yang sangat luas. Pentagon ingin melihat kemungkinan operasi militer di berbagai lingkungan, mulai dari wilayah bawah tanah hingga kawasan di luar Bulan.

Hegseth mengatakan proyek tersebut akan memikirkan kebutuhan teknologi militer bukan hanya untuk konflik yang berlangsung saat ini, tetapi juga untuk menghadapi kemungkinan perang pada beberapa dekade mendatang.

Tim Project Meridian diberi waktu sekitar 120 hari untuk menyelesaikan kajian dan menyusun rekomendasi. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan teknologi dan kemampuan yang perlu dikembangkan, diuji, serta digunakan oleh militer AS.

Project Meridian berada di bawah koordinasi pejabat teknologi utama Departemen Pertahanan AS, Emil Michael.

Musk kembali terlibat dalam pemerintahan Trump

Penunjukan ini menandai kembalinya Musk dalam kegiatan resmi pemerintahan Presiden Donald Trump setelah sebelumnya memimpin Department of Government Efficiency (DOGE).

Musk meninggalkan DOGE pada 2025 setelah sempat terlibat dalam agenda efisiensi dan pemangkasan pengeluaran pemerintah AS. Setelah itu, hubungan Musk dan Trump sempat memburuk sebelum keduanya kembali berhubungan.

Kini, Musk kembali dilibatkan dalam proyek pemerintah, kali ini dengan fokus pada perkembangan teknologi dan kebutuhan pertahanan.

Keterlibatan Musk juga berkaitan dengan bisnis teknologi yang dipimpinnya. SpaceX mengembangkan teknologi roket dan sistem antariksa, sedangkan Tesla mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dan robot humanoid Optimus.

Palmer Luckey dan Newt Gingrich ikut memimpin

Palmer Luckey merupakan pendiri Anduril Industries, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pertahanan. Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai sistem untuk kebutuhan militer, termasuk teknologi otonom dan sistem tanpa awak.

Sementara itu, Newt Gingrich merupakan mantan Ketua DPR AS yang memiliki pengalaman panjang dalam isu politik dan keamanan nasional.

Ketiganya akan bekerja bersama tim yang melibatkan sejumlah ahli dari berbagai bidang untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi dapat memengaruhi bentuk perang pada masa mendatang.

Project Meridian menjadi salah satu dari sejumlah inisiatif baru yang diumumkan Hegseth dalam pidatonya di Quantico. Proyek ini secara khusus diarahkan untuk memetakan kebutuhan teknologi militer AS dalam menghadapi medan perang generasi berikutnya.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam