TERITORIAL.COM, JAKARTA –Perum Bulog menegaskan bahwa kondisi cadangan beras nasional saat ini berada dalam situasi yang sangat aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang perayaan Idul Adha 2026. Persediaan yang dikelola disebut tidak hanya mencukupi dari sisi jumlah, tetapi juga dijaga kualitasnya agar tetap layak konsumsi dan sesuai standar distribusi pangan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan mutu beras yang disalurkan ke masyarakat. Ia menekankan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama dalam pengelolaan cadangan pangan nasional.
“Bulog tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga menjamin kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” kata Dirut Bulog dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Kunjungan DPR dan Peninjauan Gudang Bulog
Sebelumnya, jajaran Bulog menerima kunjungan kerja Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di Kantor Wilayah DKI Jakarta & Banten. Agenda tersebut dilanjutkan dengan inspeksi langsung ke gudang Bulog Sunter yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (4/5) itu bertujuan memastikan kondisi riil stok beras yang dikelola Bulog, yang saat ini diklaim telah mencapai lebih dari 5 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.
“Peninjauan dilakukan secara menyeluruh terhadap kapasitas gudang, kualitas beras, serta kesiapan distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain memeriksa gudang penyimpanan, rombongan DPR juga melihat langsung proses pengelolaan beras pada unit bisnis strategis Bulog yang berperan dari tahap pengolahan hingga pengemasan sebelum distribusi.
Modernisasi Teknologi dan Penguatan Ketahanan Pangan
Dalam kesempatan tersebut, turut diperlihatkan penggunaan teknologi modern berupa mesin Sentra Pengolahan Beras (SPB). Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas beras tetap optimal sebelum sampai ke tangan konsumen.
Bulog juga terus mendorong transformasi digital dan modernisasi sistem pengolahan melalui teknologi Rice to Rice, yang menjadi salah satu inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Bulog menjamin kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi modern seperti Rice to Rice,” ucap Rizal.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI, menjadi elemen penting dalam memastikan sistem pangan nasional tetap transparan, akuntabel, dan stabil.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai kondisi stok beras nasional saat ini sangat mencukupi. Bahkan, ia menyebut Indonesia berada dalam posisi yang semakin kuat dalam upaya swasembada beras.
“Dengan demikian, kebutuhan beras masyarakat dipastikan aman dan tercukupi, seiring dengan kerja keras Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional,” kata Habiburokhman.

