Kisah Almarhum Letda Amran Blegur, Prajurit Sejati di Bumi Papua

0

Jayapura, Teritoria.Com – Peristiwa penembakan dua prajurit TNI di Papua oleh kelompol kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Minggu (19/8/2018) tentu menjadi kabar duka mendalam menyelimuti Hari Kemerdekaan HUT RI Ke-73. untuk kesekiankalinya TNI harus kehilangan putra terbaiknya demi menjaga tegaknya NKRI dipangkuan Ibu Pertiwi.

Letnan Dua Inf Amran Blegur seorang perwira TNI yang tergabung dalam Prajurit Kopassus tersebut dikenal dengan sosok yang tegas, berani dan bertanggungjawab setiap menjalankan misi penugasan. Namun sayangnya kisah perjuangan mengabdi untuk negeri Letda Amran Blegur terhenti saat setelah menghembuskan nafas terakhir akibat menjadi sasaran tembak oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata yang merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka OPM.

Mengatahui medan yang tidak aman dari kalangan bandit-bandit bersenjata sama sekali tidak menggentarkan keberanian dari Letda Amran dalam mengemban misi kemanusiaan untuk putra-putri Papua. Bersama dengan dirinya, Pratu Fredi juga menjadi korban dari ulah tak bertanggungjawab KKSB. Kedunya merupakan Dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Derah Rawan (Satgas Pamrahwan).

Dari keterangan Kapendam kodam 17 Cendrawasih Letkol Dax Sianturi mengatakan bahwa kedua prajurit TNI tersebut sedang menjaankan tugasnya mengantar bantuan makanan bagi anak-anak di Tingginambut sebagai bentuk rasa syukur dalam memperingati HUT RI ke 73. Namun Sekitar pukul 14.00 Koramil Tingginambut mendapat informasi masyarakat kedua anggota TNI diserang KKSB saat sedang mengirimkan bantuan kepada Anak-anak di wilayah Tingginambut yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pos pengamanan Tingginambut.

Letda Inf Amran Blegur Beserta rekan satu angkatan saat menjalani prosesi pelantikan Perwira 2016

Almarhum Letda Inf Amran blegur merupakan salah satu prajurit terbaik yang dimiliki oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Amran Blegur bergabung dengan Kopassus tahun 1995. Almarhum bertugas di Grup 3 Kopassus dan baru saja menyelesaikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) tahun 2016. Dibalik ketegasannya sebagai seoarang Perwira TNI, pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini dikenal sebagai prajurit yang sangat humanis ramah dan murah senyum.

Prajurit Kopassus yang merupakan Angkatan Komando 69 ini sarat dengan pengalaman bertugas mulai dari Timor-Timor, Aceh hingga Papua. Almarhum meninggalkan Istri dan seorang anak berusia 13 tahun. Penugasan sebagai Danpos Tingginambut merupakan tugas pertamanya sebagai Perwira setelah lulus dari Secapa. Tanpa disadari sebelumnya bahwa dalam penugasan inilah almarhum gugur dan menjadi rekam jejak perjalanan terakhir Letda Amran saat hendak memberikan bantuan kepada anak-anak Tingginambut.

Selamat jalan Prajurit sejati. Komando!!!

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: