Ribuan Pendaki Ungkap Daya Tarik Gunung Lawu di Bulan Suro

0

Magetan, Teritorial.Com – Bulan suro menjadi momen bagi ribuan pendaki naik ke puncak Gunung Lawu, di Magetan. Tak sekadar mendaki, kebanyakan dari mereka ingin menggelar ritual di puncak Lawu. Namun kebakaran yang terjadi di puncak Gunung Lawu membuat ribuan pendaki harus mengurungkan niatnya. Cemoro Sewu menjadi alternatif para pendaki untuk menggelar ritual suroan.

Di area pintu masuk pendakian ke Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu, terdapat tempat yang disakralkan. Tempat ini pun menjadi alternatif ritual bagi para pendaki. “Gunung Lawu ini magisnya kuat, ini saya dari Mojokerto tujuannya ya kita nguri-uri (melestarikan) leluhur. Di sini kan bahwasanya ada Sunan Lawu, konon perjalanan kisah dari Raja Majapahit,” kara warga Haji Jalil kepada detikcom di lokasi, Rabu (12/9/2018).

Di puncak GunungLawu, kata Jalil, terdapat makam SunanLawu sehingga banyak pendaki yang ingin berziarah. Dengan napak tilas dan mendoakan leluhur, dia berharap supaya tak lupa akan sejarah. “Yang jelas kita napak tilas beliau dan melestarikan dan tidak meninggalkan sejarah leluhur kita. Karena pendakian ditutup kita berdoa untuk menyambungnya dari sini tidak apa-apa. Insya Allah akan sampai tujuan doa kita untuk Sunan Lawu,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan rekannya, Muhamad Wahid yang merupakan pimpinan Padepokan Sambung Soso Trowulan, Mojokerto. Wahid mengaku kebiasaan berdoa itu dilakukan dengan membakar dupa. “Pakai dupa agar doa kita sampai tujuan dengan membakar dupa gondorukem yang berbau harum. Harapannya doa kita bisa diterima leluhur sunan Lawu,” jelasnya.

Gunung Lawu dengan ketinggian 3265 Mdpl terletak di aerah perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Yakni di antara Kabupaten Magetan Jawa Timur dan Karanganyar Jawa Tengah. Terdapat tiga jalur pendakian resmi yakni Cemoro Sewu Magetan Jawa Timur dan dua jalur di Karanganyar, Jawa Tengag yakni Cemoro Kandang dan Candi Cetho. Untuk mencapai puncak pendaku harus melewati lima pos dengan jarak tempuh 8 sampai 9 jam.

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: