Headline Nasional

Pasca Gempa NTT, Pengungsi Manggarai Kesulitan Air Bersih dan Listrik

TERITORIAL.COM, JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) masih menyisakan dampak bagi ribuan warga. Selain kerusakan rumah, banyak warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian karena tempat tinggal mereka belum aman untuk dihuni kembali.

Salah satu titik pengungsian berada di Posko Barang Kolong Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Memasuki Selasa (19/8/2026), para penyintas masih menghadapi keterbatasan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari pasokan air bersih, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga penerangan listrik.

Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari para pengungsi menjadi tidak mudah. Mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar kebutuhan dasar di lokasi pengungsian dapat terpenuhi.

Pengungsi Keluhkan Minimnya Air Bersih

Salah seorang pengungsi, Maria Stevania, mengaku pasokan air bersih di posko masih sangat terbatas. Menurutnya, kebutuhan air menjadi persoalan yang paling mendesak, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak.

“Masih minim pelayanan air bersih. Kadang kami tidak mendapatkan air.”

“Padahal, kebutuhan air ini sangat penting, terutama untuk anak-anak,” ungkap Maria kepada TribunFlores.com, Selasa (18/8/2026) malam.

Maria mengatakan warga sempat mengungsi di pinggir jalan sesaat setelah gempa mengguncang wilayah mereka. Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, masyarakat kemudian berinisiatif mendirikan tenda pengungsian secara mandiri di lokasi yang dianggap lebih aman.

“Awalnya setelah gempa kami mengungsi di jalan.”

“Setelah itu, kami pindah ke sini dan membangun posko secara mandiri,” ujarnya.

Selain air bersih, kebutuhan logistik seperti makanan dan bantuan lainnya juga masih dibutuhkan oleh para pengungsi. Mereka berharap distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat agar kondisi di pengungsian menjadi lebih layak.

Listrik Belum Menyala, Pengungsi Andalkan Senter Ponsel

Permasalahan lain yang dihadapi warga adalah belum tersedianya aliran listrik di lokasi pengungsian. Akibatnya, setiap malam kawasan posko berada dalam kondisi gelap.

Untuk penerangan, para penyintas hanya mengandalkan lampu darurat maupun senter dari telepon seluler. Keterbatasan tersebut menyulitkan aktivitas warga pada malam hari, termasuk saat mengurus anak-anak maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami tidak ada listrik. Kami hanya menggunakan lampu dari senter telepon seluler.”

Warga berharap pemerintah segera menambah fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, termasuk penyediaan air bersih, MCK, penerangan, serta kebutuhan logistik lainnya. Bantuan tersebut dinilai sangat penting agar para penyintas dapat menjalani masa pengungsian dengan kondisi yang lebih aman dan layak hingga situasi kembali pulih.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS