TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengambil langkah cepat dalam menghadapi peningkatan kasus campak di sejumlah daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas program vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, khususnya tenaga kesehatan (nakes), yang dinilai memiliki risiko tinggi terpapar virus.
Kebijakan ini muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin perluasan penggunaan vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa. Dengan adanya regulasi tersebut, cakupan imunisasi kini tidak hanya terbatas pada anak-anak, tetapi juga menjangkau individu dewasa yang rentan.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa nakes berada di garis depan pelayanan kesehatan, sehingga memiliki potensi besar untuk terpapar penyakit menular seperti campak.
“Tentunya dengan adanya KLB (Kejadian Luar Biasa) ini, potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” ungkap Rizka.
Target Vaksinasi dan Jaminan Ketersediaan Dosis
Program vaksinasi dewasa ini dirancang untuk menjangkau sekitar 290 ribu orang yang tersebar di wilayah prioritas dengan tingkat kasus campak tertinggi. Sasaran utama mencakup lebih dari 223 ribu tenaga kesehatan serta puluhan ribu tenaga medis yang berada di 14 provinsi.
Selain itu, sekitar 28 ribu dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani masa internship juga menjadi bagian dari program ini. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan bagi tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien setiap hari.
Terkait ketersediaan, pemerintah memastikan stok vaksin dalam kondisi aman. Saat ini, jumlah vaksin MR secara nasional mencapai sekitar 9,8 juta dosis, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, Kemenkes memanfaatkan sistem digital SMILE melalui platform Satu Sehat Logistik. Sistem ini memungkinkan pemantauan stok vaksin secara real-time hingga ke tingkat fasilitas kesehatan paling bawah.
“Kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” tegas Rizka.
Jaminan Keamanan Vaksin dan Imbauan untuk Masyarakat
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa perluasan penggunaan vaksin untuk orang dewasa telah melalui proses evaluasi ilmiah yang ketat. Vaksin yang digunakan berasal dari produsen terpercaya seperti Bio Farma, Serum Institute of India, GSK, dan MSD.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap intervensi kesehatan tetap memenuhi standar keamanan dan efektivitas.
Di sisi lain, Kemenkes tetap menekankan pentingnya imunisasi dasar pada anak-anak. Orang tua diimbau untuk memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, mulai dari usia 9 bulan, 18 bulan, hingga dosis lanjutan saat usia sekolah dasar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus rantai penularan campak secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan perlindungan kolektif di masyarakat.

