TERITORIAL.COM, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 Gobang V dari Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah terpencil. Melalui kegiatan bakti sosial, para prajurit hadir langsung di Distrik Obano, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Kamis (9/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Satgas menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada anak-anak dan remaja setempat. Bantuan yang dibagikan mencakup buku tulis, alat tulis, hingga buku bacaan yang diharapkan dapat membantu menunjang proses pembelajaran di daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Candraca Cerdas” yang dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah binaan, khususnya di kawasan pegunungan Papua Tengah yang sulit dijangkau.
Pererat Hubungan dengan Masyarakat
Selain memberikan bantuan material, kegiatan ini juga bertujuan membangun kedekatan emosional antara prajurit Korps Marinir dengan masyarakat lokal. Kehadiran aparat di tengah warga diharapkan mampu menciptakan hubungan yang harmonis serta memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan berjalan aman dan lancar. Warga Distrik Obano pun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Satgas Yonif 4 Marinir.
Harapan Tingkatkan Motivasi Belajar
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Gobang V Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar bantuan, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi generasi muda di Papua Tengah.
“Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban warga serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kami ingin anak-anak di sini memiliki semangat belajar yang tinggi dengan fasilitas yang lebih baik anak-anak dan remaja setempat terlihat tampak antusias dan gembira menerima bantuan tersebut, yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk lebih semangat dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Ia berharap, bantuan sederhana yang diberikan dapat menjadi pemicu semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik, meskipun berada di tengah berbagai keterbatasan.

