TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Brebes mulai mengarahkan strategi besar untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke Eropa melalui penguatan ekspor produk unggulan daerah. Langkah ini dibahas dalam pertemuan antara Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (29/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mitha menegaskan bahwa Brebes tengah mempersiapkan diri untuk menembus pasar internasional dengan pendekatan yang lebih matang. Ia menilai bahwa potensi komoditas daerahnya memiliki daya saing untuk masuk ke pasar global, khususnya Eropa.
“Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Tengah (Jateng), kami punya produk komoditas yang kami yakin layak masuk pasar Eropa,” ujarnya.
Menurut Mitha, upaya ekspansi ini tidak hanya soal pengiriman barang ke luar negeri, tetapi juga mencakup kesiapan dalam membangun jaringan, memenuhi standar kualitas internasional, serta menjalin kemitraan yang tepat. Hal tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan daerah yang dirangkum dalam konsep “Brebes Beres”.
Potensi Besar, Pangsa Global Masih Terbatas
Dalam kesempatan itu, Mitha memaparkan bahwa Brebes memiliki kapasitas produksi yang besar, terutama pada komoditas bawang merah. Pada tahun 2024, produksi bawang merah di wilayah tersebut mencapai sekitar 409.000 ton, yang berkontribusi besar terhadap produksi di tingkat provinsi maupun nasional.
Meski demikian, kontribusi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam posisi Indonesia di pasar global. Mitha menilai bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal penetrasi pasar internasional, meskipun memiliki keunggulan dari sisi produksi.
“ Kami produsen besar, tetapi masih menjadi pemain kecil di pasar global. Eropa menjadi langkah berikutnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Brebes telah melakukan ekspor perdana bawang merah segar ke sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, dan Vietnam. Ke depan, pemerintah daerah ingin memperluas cakupan pasar dengan meningkatkan nilai tambah produk yang diekspor.
Fokus Produk Olahan dan Penguatan Branding Global
Untuk menembus pasar Eropa, strategi yang disiapkan tidak lagi berfokus pada produk mentah, melainkan produk olahan bernilai tambah. Sejumlah produk yang disiapkan meliputi bawang goreng premium, pasta bawang, serta berbagai olahan berbasis telur asin khas Brebes.
Langkah ini juga didukung oleh momentum kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa melalui perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), yang diproyeksikan mulai berlaku pada 2027.
Selain bawang merah, Brebes juga mengembangkan komoditas lain seperti batik Salem, hasil perikanan, serta produk turunan telur asin yang diarahkan ke segmen premium internasional.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mendorong percepatan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) untuk “Bawang Merah Brebes”. Status ini diharapkan dapat memperkuat identitas produk sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Menanggapi rencana tersebut, Junimart Girsang menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam membuka akses pasar internasional. Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kerja sama dengan berbagai pihak di Italia, termasuk dalam hal pengolahan pangan dan penguatan jaringan perdagangan.
” Saya mengapresiasi niat tulus Ibu Bupati untuk memajukan Brebes. Komitmen seperti inilah yang dibutuhkan agar potensi daerah benar-benar bisa naik kelas,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Brebes optimistis mampu meningkatkan perannya di pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis ekspor.

