Daerahku

200 Siswa Diduga Keracunan, SPPG Surabaya Buka Suara

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surabaya menjadi sorotan setelah puluhan siswa dan tenaga pendidik di SD Pancasila 45 diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan pihak penyedia katering. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah unggahan menyebut ada banyak korban yang mengeluhkan kondisi kesehatan sesaat setelah makan siang berlangsung.

Informasi yang beredar menyebutkan menu MBG saat itu terdiri dari nasi, irisan daging sapi berbumbu krengsengan, tahu goreng, sayuran wortel dan sawi, serta buah jeruk. Paket makanan tersebut dikonsumsi murid dari beberapa tingkat kelas bersama sejumlah guru di sekolah tersebut. Sementara siswa kelas 5 dikabarkan belum sempat menikmati makanan karena jadwal makan siang yang berbeda.

Kasus ini kemudian menyeret nama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam distribusi makanan bergizi gratis ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Dugaan keracunan massal itu memicu perhatian publik karena jumlah korban yang dilaporkan terus bertambah.

Kepala SPPG Sampaikan Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan guru yang terdampak akibat konsumsi makanan MBG dari dapurnya.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak, kepada siswa dan juga guru yang kena keracunan karena makanan kami,” kata Alida dalam keterangannya di Surabaya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia juga memastikan pihak SPPG akan menanggung biaya pengobatan seluruh korban sekaligus mendukung proses observasi yang dilakukan di lapangan. Menurutnya, investigasi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Surabaya yang tengah menguji sampel makanan.

“Dari kami akan bertanggungjawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan seperti itu,” jelasnya.

Laporan sementara menyebut jumlah siswa terdampak mencapai sekitar 200 orang di area distribusi MBG milik SPPG Tembok Dukuh. Meski demikian, data pasti korban masih terus diperbarui oleh pihak terkait.

Distribusi MBG di 13 Sekolah Dihentikan Sementara

Sebagai langkah penanganan awal, SPPG Tembok Dukuh memutuskan menarik seluruh distribusi makanan ke 13 sekolah yang berada dalam cakupan pelayanannya. Operasional dapur MBG tersebut juga dihentikan sementara sampai proses evaluasi selesai dilakukan.

“Kami berhenti operasional, kami evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa,” terang Alida.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan petugas. Di tengah polemik yang berkembang, Alida menegaskan dapur MBG yang dikelolanya telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sejak mulai beroperasi pada Februari 2026.

“Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami,” tandasnya.

Kasus dugaan keracunan MBG ini kini menjadi perhatian masyarakat sekaligus bahan evaluasi terhadap sistem distribusi makanan bergizi di sekolah. Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan masih melakukan pendalaman guna memastikan sumber masalah serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr