TERITORIAL.COM, JAKARTA — Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Prefektur Chiba, Jepang, memicu banjir di sejumlah wilayah dan menyebabkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia. Curah hujan yang memecahkan rekor itu juga mengakibatkan ribuan kendaraan warga terendam air, sementara proses evakuasi dan pemindahan kendaraan masih terus dilakukan.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/8/2026) tersebut melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan terdampak. Genangan air menutup ruas jalan, merendam kawasan permukiman, serta menghambat mobilitas warga. Di beberapa lokasi, kendaraan tampak terjebak di tengah banjir dengan ketinggian air yang mencapai sebagian besar badan mobil.
Salah satu pemandangan yang menarik perhatian terjadi di Kota Oamishirasato, Chiba, ketika sebuah mobil mewah nekat menerobos genangan banjir yang masih menguasai jalan. Momen tersebut terekam kamera fotografer Reuters dan menjadi gambaran besarnya dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Korban Jiwa
Otoritas setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak bencana, termasuk kerusakan infrastruktur dan jumlah kendaraan yang terdampak. Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan cukup besar akibat rusaknya fasilitas umum maupun aset milik warga.
Cuaca ekstrem yang melanda Chiba dipicu hujan berintensitas sangat tinggi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air sehingga sungai meluap dan banjir meluas ke kawasan permukiman serta jalan raya.
Petugas darurat dikerahkan ke berbagai titik untuk membantu proses evakuasi warga, membersihkan area terdampak, serta memindahkan kendaraan yang masih terjebak banjir. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang berisiko memperburuk kondisi di lapangan.
Proses Pemulihan Masih Berlangsung
Hingga kini, proses penanganan dampak banjir masih terus dilakukan. Ribuan kendaraan yang terendam secara bertahap dipindahkan dari lokasi terdampak, sementara tim terkait bekerja memulihkan akses transportasi dan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko cuaca ekstrem di Jepang, terutama saat curah hujan meningkat dalam waktu singkat. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk terus memantau informasi cuaca serta mengikuti arahan otoritas guna menghindari risiko yang lebih besar apabila hujan deras kembali terjadi.

Sebuah mobil melintasi jalan yang masih tergenang banjir di Oamishirasato, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (13/8/2026). Hujan ekstrem yang memecahkan rekor menyebabkan banjir dan menewaskan sedikitnya 10 orang.

