Kegiatan solidaritas itu diikuti oleh jurnalis dari berbagai media, baik nasional, regional, hingga lokal. Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan kecaman terhadap tindakan penahanan yang dilakukan oleh militer Israel, yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip perlindungan terhadap jurnalis dan pekerja kemanusiaan di wilayah konflik.
Aksi berlangsung di kawasan Monumen Gerbong Maut, Bondowoso, dengan para jurnalis membawa berbagai poster berisi seruan solidaritas seperti “Bebaskan Teman Kami”, “Jurnalisme Bukan Kejahatan”, serta “Selamatkan Rekan Kami”. Selain itu, orasi dilakukan secara bergantian oleh peserta aksi yang menyoroti pentingnya keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di wilayah berisiko tinggi.
Desakan Diplomasi untuk Pemerintah RI
Dalam kesempatan tersebut, salah satu jurnalis bernama Jerico menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sesama insan pers terhadap rekan-rekan mereka yang tengah menghadapi situasi sulit di luar negeri. Ia juga menekankan bahwa jurnalis memiliki hak perlindungan penuh saat bertugas, termasuk dalam misi kemanusiaan internasional.
“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas sesama insan pers atas peristiwa yang menimpa rekan-rekan jurnalis,” ujar Jerico dalam aksi tersebut.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia diharapkan segera mengambil langkah diplomasi yang lebih tegas agar tiga jurnalis yang saat ini ditahan dapat segera dibebaskan dan kembali menjalankan tugasnya.
Sementara itu, jurnalis lainnya, Nanang, menyoroti bahwa keselamatan pekerja media harus menjadi perhatian bersama karena mereka memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis tidak seharusnya menjadi sasaran dalam situasi konflik bersenjata.
Kronologi Penahanan Jurnalis Indonesia
Aksi solidaritas ini berkaitan dengan kabar penahanan tiga jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Ketiga jurnalis tersebut diketahui tengah menjalankan tugas peliputan dalam perjalanan menuju Gaza sebelum akhirnya ditahan oleh pihak militer Israel.
Ketiga wartawan tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika.co.id, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

