TERITORIAL.COM, JAKARTA – Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (26/5) malam itu mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah desa hingga memaksa warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama terjadinya bencana. Debit air meningkat secara drastis dan material longsoran ikut terbawa arus hingga memasuki kawasan permukiman warga.
“Ada satu korban yang sempat hanyut terbawa material longsor hingga ke laut. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Menurut keterangan BPBD, hujan deras mulai mengguyur wilayah Bone Bolango sejak sore hingga malam hari tanpa jeda. Situasi semakin memburuk ketika aliran air meluap dan menyebabkan longsoran tanah di beberapa titik rawan bencana.
“Saat wilayah tersebut diguyur hujan lebat tanpa henti. Puncaknya pada pukul 22.00 WITA, terjadilah banjir bandang dan longsoran yang merendam permukiman warga,” ungkapnya.
Puluhan Rumah Terdampak, Warga Mengungsi
Akibat bencana tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan terendam air. Data sementara dari BPBD Bone Bolango mencatat sebanyak 35 rumah terdampak banjir. Selain itu, satu unit rumah dilaporkan rusak berat hingga hanyut terbawa arus deras.
Petugas gabungan bersama warga setempat langsung melakukan proses evakuasi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Warga yang rumahnya terdampak dipindahkan menuju lokasi pengungsian sementara yang berada di Dusun 3.
“Saat ini, seluruh anggota keluarga korban beserta warga terdampak lainnya yang berjumlah 35 KK atau 105 jiwa telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang berpusat di Dusun 3 desa setempat,” katanya.
BPBD juga mengungkapkan bahwa sedikitnya empat desa terdampak dalam kejadian tersebut. Desa Muara Bone menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak dengan jumlah korban terdampak mencapai 50 jiwa. Sementara di Desa Moodulio tercatat sebanyak 97 jiwa terdampak, lalu Desa Taludaa sebanyak 100 jiwa, dan Desa Masiaga sekitar 10 jiwa ikut merasakan dampak banjir serta longsor.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan serta memantau kondisi cuaca guna mengantisipasi potensi bencana susulan di wilayah Bone Bolango dan sekitarnya.

