Daerahku Headline

Korem 072 Perkuat Sinergi Strategis dengan UGM

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Komando Resor Militer 072 Pamungkas terus mendorong penguatan hubungan dengan dunia akademik melalui berbagai kegiatan kebersamaan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). Momentum tersebut diwujudkan lewat agenda olahraga bersama, coffee morning, hingga syawalan yang digelar di Serambi Moh. Hatta Makorem 072/Pamungkas, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mempererat kerja sama antara TNI dan kalangan akademisi. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan sinergi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan ke depan.

“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga penguatan kolaborasi nyata,” ujar Danrem 072/Pamungkas.

Peran Akademisi dalam Penguatan Strategi Pertahanan

Komandan Korem 072/Pamungkas, Yuniar Dwi Hantono, menekankan bahwa hubungan antara dirinya dan UGM memiliki nilai emosional tersendiri. Hal ini tidak lepas dari latar belakangnya sebagai alumni program Magister Ketahanan Nasional di kampus tersebut.

“Sebagai alumni, saya punya ikatan emosional kuat dengan UGM. Nilai-nilai strategis yang saya dapatkan sangat membantu dalam tugas saya saat ini,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas partisipasi dosen, mahasiswa, serta alumni yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kontribusi dunia akademik memiliki peran penting dalam mendukung pengambilan kebijakan di lapangan, khususnya dalam konteks pertahanan dan keamanan.

“Ilmu dari dunia akademik sangat vital untuk memetakan ancaman dan menyusun strategi pembinaan teritorial,” tegasnya.

Dengan semakin kompleksnya dinamika global, pendekatan yang dilakukan tidak bisa lagi bersifat parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara militer dan akademisi, guna menghasilkan solusi yang komprehensif.

Sinergi TNI dan Kampus Hadapi Tantangan Global

Lebih lanjut, Danrem menyampaikan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari penguasaan teknologi, analisis geopolitik, hingga pengembangan doktrin yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Sinergi antara TNI dan akademisi menjadi pilar strategis pertahanan negara,” lanjutnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kemampuan strategis.

Dalam kesempatan yang sama, Wibisono Puspitohadi turut memberikan pandangan positif terhadap kepemimpinan Danrem. Ia menilai penugasan di wilayah Yogyakarta memiliki nilai strategis tersendiri, sekaligus menjadi ruang implementasi ilmu yang diperoleh selama pendidikan.

“Penugasan di Yogyakarta punya nilai strategis dan menjadi ruang aktualisasi ilmu yang diperoleh, termasuk dari pendidikan ketahanan nasional,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar berbagai gagasan strategis tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga dituangkan dalam bentuk tulisan agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kontribusi nyata bisa dimulai dari pemikiran yang dibagikan kepada publik,” pungkasnya.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Daerahku

Kementerian Pertahanan Tinjau Pembangunan Kawasan Perbatasan Di Kalbar

Kalimantan Barat, Teritorial. Com – Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, pada tanggal 23 sampai dengan 25
Daerahku

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Jaga perbatasan RI-PNG

Papua Barat, Teritorial.com- Prajurit Satgas Yonif PR 432, akhir november tiba desember awal langsung menempati jajaran pos sepanjang perbatasan sekotr