Jakarta, TERITORIAL.COM – Ledakan keras mengguncang kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026) pagi. Ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.11 WIB itu melukai lima orang dan menyebabkan puluhan bangunan serta kendaraan mengalami kerusakan.
Ledakan diduga berasal dari Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi di Blok N1 Nomor 62. Polisi menduga insiden tersebut berkaitan dengan kebocoran gas LPG dari instalasi di dalam rumah makan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, polisi bersama Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur telah melakukan pemeriksaan di lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan bahan peledak maupun unsur bom.
Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas. Di lokasi ditemukan tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram. Polisi menyebut tabung tersebut tidak meledak, melainkan diduga terjadi kebocoran pada saluran atau pipa yang membuat gas keluar dan terkumpul di dalam ruangan.
Sebelum ledakan terjadi, seorang koki yang sedang memasak disebut sempat mencium bau gas. Alarm pendeteksi kebocoran LPG juga sempat berbunyi. Namun, kejadian berlangsung sangat cepat sehingga para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri.
Petugas Gegana menyebut pola ledakan tersebut mengarah pada fenomena Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion (BLEVE), yakni ledakan yang terjadi ketika gas atau uap bertekanan terkumpul dan kemudian terpicu. Meski demikian, penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian dan penyebab teknisnya masih dilakukan.
Lima orang terluka
Lima orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Mereka merupakan pekerja di rumah makan tempat ledakan terjadi. Para korban terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan.
Kelima korban mengalami luka bakar dengan tingkat luka yang berbeda. Mereka sempat mendapat penanganan di RSUD Haji Surabaya, sebelum sebagian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Hingga Selasa siang, tiga korban menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo, sementara dua lainnya masih dirawat di RSUD Haji. Dua korban yang dirujuk ke RSUD Dr Soetomo disebut mengalami trauma inhalasi dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ledakan rusak puluhan bangunan
Dampak ledakan ternyata cukup luas. Berdasarkan pendataan terbaru BPBD Kota Surabaya, sebanyak 42 ruko, 16 rumah hunian, dan delapan kendaraan mengalami kerusakan.
Dari 42 ruko yang terdampak, 10 unit mengalami kerusakan ringan, 28 unit rusak sedang, dan empat unit rusak berat. Sementara dari 16 rumah warga, 13 mengalami kerusakan ringan, dua rusak sedang, dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Delapan kendaraan yang terdampak terdiri dari lima mobil dan tiga sepeda motor.
Bangunan rumah makan yang menjadi titik ledakan mengalami kerusakan paling parah. Bagian depan bangunan jebol, kaca pecah, serta sejumlah bagian tembok rusak akibat kuatnya tekanan ledakan. Ruko di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, terutama pada kaca dan jendela.
Saksi dengar suara gemuruh
Sejumlah pekerja di ruko sekitar lokasi mengaku mendengar suara gemuruh sebelum ledakan. Rangga, salah satu pekerja ruko di sekitar lokasi, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras hingga membuat bangunan tempatnya bekerja bergetar.
Pecahan kaca kemudian berhamburan di dalam rukonya. Ia juga melihat api sempat keluar dari bangunan rumah makan, tetapi tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
Seorang pekerja lainnya, Jihan, mengatakan dua pekerja rumah makan sempat berlari keluar menuju ruko di sekitarnya dalam kondisi mengalami luka bakar. Mereka masih dalam keadaan sadar dan meminta pertolongan.
Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para korban. Polisi, BPBD, pemadam kebakaran, Inafis, Labfor, dan Gegana juga diterjunkan untuk mengamankan lokasi serta melakukan pemeriksaan.
Hingga Selasa siang, area sekitar titik ledakan masih dipasangi garis polisi. Petugas masih mendata kerusakan dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk memastikan penyebab serta rangkaian ledakan tersebut.

