TERITORIAL.COM, JAKARTA — Wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 pada Selasa (18/8/2026). Guncangan terjadi pada siang hari dan sempat dirasakan di sejumlah wilayah sekitar. Meski memiliki magnitudo yang cukup besar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui akun X resminya, gempa terjadi pada pukul 13.02 WIB. Titik pusat gempa berada di koordinat 0,65 Lintang Selatan dan 98,32 Bujur Timur dengan kedalaman 29 kilometer.
Dalam informasi awal yang dirilis kepada masyarakat, BMKG menyampaikan, “Gempa Mag 6,1,” tulis BMKG dalam akun X resminya, Selasa (18/8/2026).
Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta untuk tidak panik maupun terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
BMKG kembali menuliskan, “Kedalaman 29 Km. Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
Informasi mengenai parameter gempa terus diperbarui apabila terdapat hasil analisis lanjutan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG sebagai otoritas pemantau aktivitas kegempaan di Indonesia.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat aktivitas seismik tinggi karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Kondisi geografis tersebut membuat gempa bumi menjadi fenomena yang cukup sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk di kawasan barat Indonesia seperti Sumatera.
Meski demikian, tidak setiap gempa bumi yang terjadi akan memicu tsunami. Penentuan potensi tsunami bergantung pada berbagai faktor, di antaranya lokasi pusat gempa, kedalaman hiposenter, mekanisme patahan, hingga deformasi dasar laut yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Dalam kejadian gempa di Nias Selatan kali ini, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa parameter gempa tidak memenuhi syarat untuk memicu tsunami. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas, serta terus mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi BMKG apabila terdapat pembaruan data.
Selain itu, warga yang berada di wilayah terdampak juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Apabila berada di dalam bangunan saat terjadi guncangan, masyarakat disarankan segera mencari tempat yang aman dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dipastikan aman untuk kembali digunakan.
Hingga informasi awal dirilis BMKG, belum terdapat laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diperkirakan akan terus melakukan pemantauan dan pendataan apabila ditemukan dampak di lapangan.

