SURABAYA, Teritorial.com – G-TRUST Campaign mengantarkan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR), Teguh Parmonangan Hasibuan, bersama timnya meraih juara pertama dalam Pekan Riset dan Inovasi Mahasiswa (PRISMA) 2026. Gagasan tersebut menawarkan strategi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi melalui penguatan kepastian hukum dan literasi digital, khususnya di kalangan Generasi Z.
Prestasi itu diraih oleh Tim Diam Diam Aja Nyak yang beranggotakan Teguh, Alifia Maritza Zaafarani, dan Lian Bintara Nusantara. Kompetisi yang diselenggarakan Awardee BULPS Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menempatkan tim Politeknik Keuangan Negara STAN di posisi kedua, disusul Universitas Sumatera Utara (USU) pada peringkat ketiga.
Kemenangan ini menunjukkan bahwa persoalan keuangan dapat dikaji melalui pendekatan komunikasi dan edukasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Melalui G-TRUST Campaign, tim berupaya menjawab tantangan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi.
G-TRUST Campaign Bahas Kepercayaan terhadap Asuransi
Gagasan G-TRUST Campaign berangkat dari persoalan yang masih dihadapi industri asuransi di Indonesia, yakni kesenjangan antara penguatan perlindungan hukum bagi pemegang polis dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan asuransi.
Menurut Teguh, keberadaan regulasi saja belum cukup untuk membangun keyakinan masyarakat. Pemahaman publik mengenai hak, perlindungan, dan mekanisme penjaminan juga perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat menilai produk asuransi secara lebih tepat.
Tim kemudian merumuskan persoalan tersebut melalui konsep Defisit Kepercayaan Ganda. Konsep ini menggambarkan dua tantangan yang saling berkaitan, yaitu keraguan terhadap kepastian hukum dan keterbatasan literasi keuangan.
Karena itu, G-TRUST Campaign dirancang sebagai strategi edukasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong masyarakat memahami perlindungan asuransi melalui cara yang lebih menarik dan mudah diakses.
Lima Strategi untuk Meningkatkan Literasi Gen Z
Dalam gagasannya, tim mengusulkan lima pendekatan yang dapat diintegrasikan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai asuransi.
Pertama, gamifikasi, yaitu penggunaan unsur permainan dalam kegiatan edukasi agar materi lebih interaktif. Kedua, pendekatan cerita yang relevan dengan pengalaman sehari-hari sehingga informasi mengenai asuransi tidak terasa rumit atau terlalu teknis.
Ketiga, pembentukan jejaring duta mahasiswa di berbagai kampus untuk membantu menyebarkan informasi kepada kelompok sebaya. Keempat, penyajian materi visual yang ringkas agar pesan edukasi lebih mudah dipahami dan dibagikan melalui platform digital.
Kelima, tim mengusulkan tanda sertifikasi kepercayaan sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat keyakinan masyarakat. Namun, penerapan mekanisme tersebut memerlukan perumusan standar dan pengelolaan yang jelas agar dapat dipahami serta dipercaya publik.
Melalui lima pendekatan itu, G-TRUST Campaign diarahkan untuk meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai Program Penjaminan Polis yang dijalankan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Edukasi tersebut diharapkan dapat mendukung kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong inklusi asuransi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Disiplin dalam Kompetisi Nasional
PRISMA 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi berkas pada 13 Juli 2026 hingga presentasi final pada 17 Oktober 2026. Pengumuman pemenang disampaikan pada malam hari setelah rangkaian presentasi final.
Penyusunan esai menjadi salah satu proses penting bagi tim. Mereka perlu mengumpulkan data dan literatur, menentukan landasan teori yang sesuai, serta merancang rekomendasi yang dapat dijelaskan secara sistematis.
Latar belakang Teguh turut memberi warna dalam proses tersebut. Sebelum menempuh pendidikan di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR, ia pernah menjalani perkuliahan Akuntansi Sektor Publik di UGM selama satu tahun. Pengalaman itu memberinya bekal pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan publik yang kemudian digunakan dalam pengembangan gagasan bersama anggota tim lainnya.
Perbedaan perspektif tersebut menjadi modal untuk menyusun solusi yang menghubungkan perlindungan konsumen, literasi keuangan, dan komunikasi digital. Setelah melalui diskusi serta revisi, tim mematangkan esai dan materi presentasi hingga berhasil meraih posisi tertinggi.
Mahasiswa Didorong Berani Mengeksplorasi Ide
Keberhasilan G-TRUST Campaign juga membawa pesan mengenai pentingnya keberanian mahasiswa untuk mencoba bidang di luar latar belakang studinya. Teguh berharap pencapaian timnya dapat mendorong mahasiswa lain agar tidak membatasi diri ketika ingin mengikuti kompetisi atau mengembangkan gagasan baru.
Menurutnya, kemauan untuk belajar dan mencoba menjadi bagian penting dari proses pengembangan diri. Dengan terbuka terhadap pengetahuan lintas disiplin, mahasiswa dapat melihat persoalan dari sudut pandang berbeda dan merumuskan solusi yang lebih luas.
Prestasi Tim Diam Diam Aja Nyak di PRISMA 2026 memperlihatkan bagaimana kolaborasi dan riset dapat menghasilkan gagasan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, efektivitas G-TRUST Campaign akan bergantung pada bagaimana strategi tersebut dikembangkan, diuji, dan diterapkan untuk membantu generasi muda memahami perlindungan finansial secara lebih baik.

